Kebijakan Luar Negeri Maroko

Nama                    : Syaeful Amry – 1113022000028
Dosen Pengampu    : Dr. H. Udjang Thalib, M.A
Kelas                     : SKI-KTT 7
Matakuliah            : Diplomasi Timur Tengah
Materi                   : Kebijakan Luar Negeri Maroko
Tanggal                 : Senin/19 Desember 2016

1.             Pendahuluan
Faktor geogarfi, ruang lingkup sejarah beserta orang-orang Afrika yang membuat pilihan kepada Marako, serta membuat beberapa kebijakan luar negeri. Alasan geografi telah menempatkan negara ini pada beberapa pilihan dari banyak dunia, memberikan beberapa identitas yang bersamaan dengan waktu. Sejarah telah meninggalkan banyak sisa dari berbagai dunia yang menjadi bagiannya.
Kebijakan luar negeri Maroko pada dasarnya bersifat independen yang dibuat selama hampir 3 dekade lamanya, dimulai dari Raja Hasaan II di tahun 1999, bahwa dinyatakan kepemimpinannya digantikan oleh Muhammad VI.
Maroko atau Maghrib (al-Mamlakah al-Magribiyah), adalah Kerajan Islam di kawasan Afrika Utara; Ibu kotanya Rabat dengan luas wilayah kurang lebih 458.730 km2, pada tahun 2006 jumlah penduduknya  mencapai 34.721.000 jiwa. Dibagian timur berbatasan berbatasan dengan Aljazair dan tenggara dengan Sahara Barat, sebelah barat berbatasan Samudra Atlantik, dan Gibraltar di utara. 98% dari mereka adalah Muslim penganut mazhab Maliki. Sedikitnya terdapat 150.000 keturunan Eropa yang tinggal di Maroko, terdapat juga sebagian kecil warga Yahudi. 60% dari penduduk asli Maroko adalah suku Berber dan 405 diantara mereka adalah keturunan bangsa Arab.
Maroko dikuasai oleh dinasti Murabbitun dengan Ibu kotanya Marrakech. Setelah kekuasaan Murabbitun jatuh, Maroko menjadi wilayah kekuasaan dinasti Muwahhidun (1121-1269). Setelah jatuhnya al-Muwahhidun, Maroko dikuasai oleh dinasti Marrin (akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-14). Selanjutnya, negeri ini dikuasai berbagai penguasa, yaitu tahun 1666 Syarifiyah Alawiyah, tahun 1844 Abdul Qadir al-Jaziry, dan tahun 1873-1894 Sultan Hasan I. Pada tahun 1894-1908, Maroko beralih ketangan Abdul Aziz bin Hasan, yang atas permintaannya, Perancis melakukan infiltrasi pada tahun 1901-1904. Penggantinya, Abdul Hafiz, karena terjadinya pemberontakan rakyat Maroko, meminta bantuan militer, ekonomi, dan politik kepada Perancis dengan melepaskan kemerdekaan politiknya. Tanggal 30 Maret 1912, ditandatangani suatu persetujuan bahwa Maroko menjadi negara protektorat Perancis. Era protektorat, dari tahun 1912-1956 merupakan penghinaan bagi rakyat Maroko, tetapi juga sebaliknya menjadikan negeri itu ke dalam dunia modern.

2.             Geopolitik Maroko
Diawali dengan perairan Mediterania yang menerobos pegunungan yang dimulai dari samudra Atlantik dengan Canires yang melintasi bagian utara yang melawati 3 wilayah di Afrika Utara mulai dari Spanyol, Corsica-Sardinia dan Italia, meninggalkan barat laut wilayah Afrika, disebut semananjung Iberia. Perairan Mediterania dan samudra Atlantik merupakan tempat atau jalur untuk melakukan perpindahan penduduk selama ribuan tahun lamanya. Selain itu para pelaut pun juga menggunakan jalur itu untuk sebuah perjalanan untuk melahirkan suatu peradaban (bulan sabit subur) ke ujung barat laut tengah, untuk merebut Spanyol selatan dan Maroko Utara, kemudian tanah wilayah yang membentuk sebuah pedalaman juga telah melahirkan para pasukan tentara barat dan melakukan perlawanan ke daerah-daerah pantai. Gerakan ini mengakibatkan perpindahan orang-orang Kartago utara menuju Spanyol dan Perancis kemudian bangsa Vandal selatan ke Afrika Utara. Oleh sebab itu orang Arab utara kembali lagi ke Spanyol; lalu Perancis dan Spanyol selatan menuju ke Afrika Utara dan wilayah Afrika Utara sekarang menuju ke Eropa.
Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah eropa (Perancis) menguasai Maroko, sebagaimana Maroko dikuasai oleh Spanyol, Perancis menjadi tempat untuk mengatur wilayah Maroko yang sebelumnya dikuasai oleh Spanyol. Fakta geografi Maroko cenderung lebih dekat kepada Eropa dari pada bagian dunia Afrika-Arab (Tunisia kedua). Pada abad ke-17, Sultan Besar Mauliy Ismail meminta Raja Louis XIV untuk diangkat menjadi pemegang kekuasaan, tempat kemuliaan. Namun ia menolak. Pada tahun 1987, Hassan II menerapkan ke anggotaannya langsung ke masyarakat Eropa.
Maroko merupakan negara Arab yang tergabung dalam dua wilayah yaitu laut Mediterania dan samudra Atlantik, dan terakhir yang lebih penting adalah keadaan sosial dan ekonomi. Penakluk dari Arab Uqba bin Nafi’ dalam sejarahnya ia menunggangi kudanya ke arah laut tahun 682 M. “jika ada banyak tanah, saya akan terus berjalan” hal ini menunjukkan bahwa Maroko adalah wilayah yang menjadi pusat para sekutu mendarat di tahun 1942 M, dan ini menunjukkan bahwa satu-satunya negara Arab yang memilik basis kekuatan U.S Strategic Air Command baik sebelum dan sesudah kemerdekaan. Fakta menunjukkan bahwa tanah wilayah barat jauh (maghrib al-aqsa) adalah perluasaan wilayah barat dari Saudi yang dibawa kedalam hubungan denagn Amerika dan wilayah eropa Barat lainnya.
Namun Maroko juga meluaskan wilayahnya ke utara wilayah Afrika. Sejarah telah melihat pasukan memperluas wilayah kekaisaran Sharifian selatan sejauh Sungai Niger dari pedalaman delta, ketika itu Sultan Ahmad al-Mansur mengambil wilayah Timbuktu tahun 1591 M. Perdagangan emas dan garam yang panjang di wilayah Maroko ke Afrika Barat telah digantikan oleh komoditas perdagangan modern, dan penduduk Maroko juga termasuk kedalam campuran kulit hitam Afrika. Kota besar kedua Maroko di sisi pegunungan Atlas menjadi kaya sebagai tempat penyaluran barang dan untuk jalur trans-sahara, jalur-Sijilmassa dan kota-kota lainnya dari Tafilelt (Rumah dari dinasti Alawi), Marrakesh, bahkan Fez dan Meknes. Sejarah orang kulit hitam (Bilal alSudan).
Semua bagian telah tergabung untuk membentuk dasar dari identitas wilayah Maroko, dan juga pun sama dengan kebjakan luar negerinya. Maroko adalah negara muslim Arab, bagian dari dunia Arab. Maroko juga masuk kedalam anggota liga Arab, dan menjadi panitia khusus dalam pelaksanaannya sejak akhir 1970-an, konferensi arab tingkat tinggi, Maroko juga termasuk anggota organisasi konferensi Islam dan raja Hassan yang sekarang Raja Muhammad, ketua komite alQuds. Telah aktif terlibat dalam peran penting sebagai pemimpin moderat Arab dalam proses perdamaian wilayah timur tengah.
Sebelum pembuatan Organisasi Persatuan Afrika (O.A.U.), pada tahun 1961 dikelompokkan Maroko dengan tiga negara Afrika radikal ditambah pemerintah pengasingan Aljazair dalam upaya untuk menentukan persatuan Afrika. Maroko kemudian anggota pendiri O.A.U. pada tahun 1963, sampai pengunduraanya pada Republik Demokratik Arab Sahrawi di taun 1981, maroko telah terlibat dalam politik Afrika.
Akhirnya, Maroko sudah masuk kedalam hubungan dengan Eropa dan lebih luas lagi dengan atlantik Barat sejak kemerdekaan Maroko. Kelembagaan Masyarak Eropa (E.C) sejak tahun 1995, Uni Eropa telah melakukan perjanjian kerjasa sama, yang awalnya ditanda tangani setelah kemerdekaan pada tahun 1957 M, dan diperbarui kembali secara berkala. Salah satu isi dari perjanjian itu ialah untuk meminta keanggotaan E.C adalah merupakan suatu strategi untuk mengkalim hal yang lebih baik dalam negosiasi yang akan datang untuk melakukan perjanjian tahun 1995 M.
Seluruh dunia telah digabungkan untuk melakukan pelacakan posisi maroko di Afrika Utara. Maghrib adalah sebuah pulau yang mempunyai bentuk fisik dan manusianya, oleh lautan dan pasir ke utara dan selatan. Sebagai sistem regional yang terstruktur menjadi sebuah persaingan antara negara tetangga yang notabene sama dalam tingkat populasinya, namun tidak setara dalam segi kekayaan  Maroko dan Aljazair. Karena deposit minyak dan gasnya. Aljazair sejak kemerdekaan telah memiliki kapita per-G.N.P. minimal dua kali lipat dari Maroko. Meskipun kesamaan sosial mereka yang besar, kedua negara telah menciptakan persaingan yang mengubah sejarah menjadi mitologi dan mitologi dalam pembacaan sejarah. Menghadapi sistem monarkhi di maroko (Dinasti Alawi tahun 1666) menjadikan sebuah negara baru yang mengalami revolusi Aljazair. Masyarakat Maroko dilindungi oleh kekuasaan proktektorat Perancis kurang lebih selama 40 tahun, sedangkan masyarakat Aljazair di bawah proterot Perancis kurang lebih 130 tahun pemerintahan Perancis dengan tujuh tahunnya perang revolusioner.
Persaingan persaudaraan dalam membentuk dasar dari sistem Maghrib telah melewati tahapan konflik dan kerjasama. Peran Tunisia dalam menaikkan banding kerjasama setiap kali menghadapi konflik yang datang. Kerjasama ini telah dikelompokkan mejadi 4 periode sejak kemerdekaan Maroko 1957 M, ketika pihak ketiga bertemu di Tangier untuk merencanakan penggabungan tahun 1964-1967 M, ketika sengketa perbatasan Maroko-Aljazair dikelola dan Maghribi Komite Konsultatif permanen didirikan; 1972-1974, ketika Maroko dan Aljazair menyelesaikan perbatasan mereka dan bekerja sama pada Sahara Barat; dan 1987-1994, ketika Arab Maghrib Union (UMA, didirikan di Marrakesh pada tahun 1989). Antara titik-titik tinggi adalah lembah konflik, termasuk perang perbatasan Maroko-Aljazair tahun 1963, sengketa Sahara setelah 1974, dan sistem bipolar dibuat oleh perjanjian nagara sahabat Aljazair-Tunisia-Mauritania tahun 1983.

3.             Lingkaran Konsentrasi
Komponen-komponen geopolitik telah menghasilkan kebijakan yang diuntungkan dari pihak Maghribi, Arab, Afrika, Mediterania, dan lokasi samudra Atlantik. Seperti yang mungkin diharapkan, mereka bertindak sebagai lingkaran konsentris, dengan loyalitas dan keanggotaan yang paling kuat pada pusat dan kebebasan dalam bertindak.
Ketika Maroko dan Aljazair merdeka pada tahun 1956 dan 1962, masing-masing negara tidak mempunyai batas yang diperebutkan diantara mereka. Setelah 1963 M, lahir sebuah komite dari OAU yang bertujuan untuk mengatasi perang tahun 1963, pada tahun 1972 dua negara tetangga menandatangani perjanjian pembatasan batas wilayah. Batas bilateral telah diselesaikan, namun, ketika pertanyaan Sahara Spanyol atau barat timbul antara kedua negara. Maroko mengerti bahwa itu kesepakatan dari Aljazair untuk klaim pada tahun 1974, dan karena itu merasa dikhianati serta diperebutkan ketika Aljazair mengambil penyebab Pembebasan untuk Saqiet el-Hamra dan Rio de Oro (Polisario). Setelah itu, melalui berbagai perubahan dalam pemerintahan (kecuali selama presiden singkat Muhammad Boudiaf, dibunuh pada tahun 1991), militer Aljazair bersikeras garis keras dalam edisi Sahara, dan Raja Hassan datang untuk mempertimbangkan Aljazair musuh utama dari Maroko sepanjang hidupnya
Kebijakan Maroko antara negara-negara Arab telah menjadi salah satu pemimpin moderat. Angkatan Bersenjata Royal (F.A.R.) mengambil bagian dalam pertemuan penting ini. Mereka berada di posisi di pegunungan Golan ketika Oktober 1973 perang Arab-Israel pecah, dan mereka dikirim ke Arab Saudi untuk melindungi tempat-tempat suci (tapi tidak bergabung dengan koalisi melawan Irak) pada Januari 1991, ketika Perang Teluk Kedua pecah. Tapi Maroko bekerja untuk mendukung Mesir dalam proses perdamaian dan pertemuan antara Mesir-Israel awal yang menyebabkan kunjungan Presiden Anwar Sadat ke Yerusalem pada tahun 1977. Setelah itu, Fez, Casablanca, dan Rabat adalah situs KTT Arab di tahun 1981, 1989, dan 1996, dan Raja Hassan berusaha untuk memainkan peran mendamaikan dengan Mesir. Dalam lingkaran yang lebih luas, Raja Hassan al-Quds (Yerusalem) Komite Organisasi Konferensi Islam digunakan untuk menunjang dan menyebarkan penyebab pemulihan Yerusalem. Liga Arab telah lama di belakang Maroko pada masalah Sahara, dan Maroko memiliki kebebasan dalam urusan politik. Arab Hassan II adalah peserta dari konferensi Arab tingkat tinggi, lembaga penerus Liga Arab yang kurang aktif.
Perbedaan yang terjadi antara Maroko dan Afrika, diantaranya kebijakan Maroko dengan negara-negara Afrika yang telah menjadi salah satu peimpin moderat. Tapi selama era radikal dari OAU pada 1970an, orang moderat ini telah terkepung oleh aktivis dari Aljazair, Libya dan Afro Marxis Selatan Sahara. Maroko telah memiliki hubungan baik dengan banyak dengan anggota OAU dan telah lama menjadi pemimpin moderat yang sangat peduli dengan kegiatan komunis di benua itu. FAR. dikirim ke Kongo (Zaire) sebagai bagian dari operasi U.N. di awal 1960-an, dan melawan invasi pembangkang dari Angola pada tahun 1977 dan 1978. pasukan Maroko mengawal presiden di Gabon, Kamerun, dan Guinea. Presiden Zaire Mobutu Sese Seko pergi ke Maroko pada tahun 1998 (seperti yang dilakukan shah Iran hampir dua dekade sebelumnya).
Maroko sebagai wilayah Mediterania, dan mantan proktektorat Perancis dan Spanyol. Kedua negara Eropa ini merupakan mitra yang paling penting, dan Maroka juga berhati-hati dalam menjaga hubungan mereka pada tingkat kerja yang baik. Maroko juga telah melakukan hubungan dengan Eropa dalam hal ini Parta-partai sosialis yang penitng untuk kedua negara tersebut. Misalnya, Danielle Mitterrand, istri mantan presiden Perancis, adalah seorang kritikus yang kuat dari hak asasi manusia dan kondisi tahanan politik 'di Maroko pada 1980-an;, Kaum sosialis Spanyol juga telah kritis terhadap kebijakan Maroko di bekas Spanyol (Barat) Sahara; bahkan karena hubungan kerajaan dengan Raja Juan Carlos, Maroko terus mengingatkan Spanyol bahwa tiga wilayah Spanyol di pantai utara Maroko bisa diklaim dan diambil setiap saat, seperti wilayah Sidi Ifni di selatan pada tahun 1969. Eropa, di bentuk Uni Eropa (EU), telah meningkat upaya dalam kepentingnya untuk Maroko ke tingkat yang sama sebagai anggota. Maroko terus bercita-cita untuk bisa dekat dari asosiasi dengan U.E., aspirasi dipertajam oleh persaingan abadi untuk perhatian Eropa antara tiga negara Maghribi dan juga oleh posisi Maroko sebagai yang berkembang secara ekonomi tapi bisa dibilang paling stabil secara politis. Eropa juga memiliki kritikus sayap kiri yang monarki; ini telah membuat hubungan yang diambil untuk diberikan oleh kedua sisi. Tapi Maroko memperbaharui perjanjian asosiasi pada tahun 1995, Tunisia; Aljazair masih belum mengikuti. Perjanjian tersebut mendukung langkah-langkah penyesuaian struktural dan membuka Maroko dalam persaingan bebas dari sektor bea.
Maroko pernah memiliki hubungan buruk dengan Uni Soviet, dan pada tahun 1978 keluar sebagai pemenang di Soviet dengan jumlah 2 milyar dollar Fosfat dan  300 milyar dollar kesepakatan nelayan yang secara implisit mengakui klaim Maroko untuk Sahara Barat. Raja Hassan mencatatkan diri sebagai "penasihat presiden Amerika," Negara pertama yang mengakui Amerika Serikat dan berbagi perjanjian persahabatan masih berlaku sejak 1787, Maroko telah mempertahankan hubungan dekat dengan Washington sebagai mitra dengan integritas dalam hal Timur Tengah dan juga selatan Sahara. Meskipun kepentingan strategis di Mediterania dan Afrika telah berkurang dengan berlalunya Perang Dingin.

4.              Integritas Nasional
Meskipun banyak tradisi sejarah Maroko yang dapat dibaca dari segi geopolitik, ada aspek tambahan karakter yang berasal dari pengalaman sejarah. Sepanjang sejarahnya, Maroko tidak hanya bagian dari Afrika Utara, Arabia Barat, Mediterania barat, atau persimpangan Euro-Afrika, tetapi bagian tertentu dari daerah-daerah. Maroko memiliki tradisi panjang akibat hubungan nasional dan integritas nasional yang memberikan otonomi ke semua dunia, sebuah tradisi tindakan yang terpisah dan kemampuan yang terpisah untuk bertindak yang memberi sejarah historis untuk memprakarsai kebijakan Hassan II.
Dalam waktu singkat ketika Maghrib itu tidak bersatu, dan pada abad kesebelas dan kedua belas, muncul 2 dinasti Murabbitun dan Muwahiddun.. Ketika seluruh dunia Arab-Muslim jatuh ke Kekaisaran Ottoman, Maroko adalah negara independen, satu-satunya wilayah Arab terpisah antara Muslim entitas timur dari Persia. Di bawah Perancis, Maroko memiliki kepemilikan kolonial yang terpisah, dan mengalami protektorat, dari 1912 ke 1956. dinasti saat ini adalah yang terbaru dalam keberhasilannya pada abad ke dua belas. Bahkan wilayah Maghrib.
Alhasil, , integritas nasional adalah prinsip utama dari kebijakan Maroko, Ini telah mempengaruhi Maroko dalam dua cara yang sangat berbeda. Di satu sisi, hal itu telah memberikan kebijakan luar negerinya dengan  misi yang mencolok ke arah yang baru dan inovatif dalam kerangka yang sudah digariskan; di sisi lain, telah ditunjuk pertanyaan teritorial sebagai keanggotaan dalam komunitas nasional.
Maroko adalah anggota yang terbebas dalam suasana politik, tidak dibatasi oleh konsesnsus eksternal. Peran awal dalam proses perdamaian Timur Tengah, dan partisipasi unik dalam Perang Teluk II telah disebutkan. Sebuah contoh yang mencolok dengan banyak contoh, baik dalam kebijakan dalam dan luar negeri, ke arah orang-orang Yahudi. Raja Hassan membuat kebijakan dalam berurusan dengan mantan komunitas Yahudi Maroko di luar negeri dan mengingatkan mereka bahwa kewarganegaraan Maroko tidak bisa hilang.
Kerajaan Maroko dibagi menjadi beberapa wilayah kolonial Perancis dan Spanyol, di beberapa tempat bahkan. Dengan kemerdekaan, Perancis, Spanyol, dan internasional utara menerima kemerdekaan mereka pada tahun 1956; protektorat Spanyol selatan (Tarfaya) diikuti pada tahun 1958, dan Ifni pada tahun 1969. Pada saat itu, satu area masih di bawah kekuasaan kolonial adalah Spanyol Sahara, Maroko setelah mengakui kemerdekaan Mauritania pada tahun 1969. Ketika Spanyol menarik diri pada tahun 1974, Maroko dinegosiasikan perjanjian, bersama dengan Mauritania, untuk menerima wilayah, dan menerima kesepakatan dari Yemaa.

5.             Isu Domestik
Kebijakan luar negeri merupakan aspek penting dari kegiatan ini. Di Maroko, tiga aspek yang penting: perlindungan sistem politik terhadap subversi eksternal, Sahara Barat sebagai isu yang menimbulkan pertanyaan integritas nasional dalam sistem politik, dan bahaya oposisi Islam fundamentalis ke sistem politik yang mapan.
Isu Subversi Eksternal : Yaitu gerakan bawah tanah, yang didasari atas konflik dengan wilayah Aljazair pada tahun 1990an, ini dilakukan untuk target penyaringan atas konflik politik di wiliyah Maroko, namun hal ini bisa teratasi oleh kebijakan yang diambil oleh Raja Hassan dengan bantuan partai politik.
Isu Sahara Barat: Maroko telah menyimpan konflik selama lebih dari 30 tahun dengan Sahara Barat. Sahara Barat yang luasnya sama dengan Inggris terletak di barat laut benua Afrika, letaknya di sepanjang pesisir samudera Atlantik dan dibatasi oleh Maroko di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur laut dan Mauritania di Selatan dan Tenggara.
Sahara Barat merupakan peninggalan kolonialisme Eropa tahun 1880 sampai dengan tahun 1990 dimana pada era tersebut, negara-negara utama di Eropa saling bersaing untuk mendapatkan wilayah Afrika. Saat itu, Spanyol mendapatkan wilayah Sahara Barat dan melakukan kolonisasi di Sahara Barat. Namun, saat itu Spanyol sebagai negara Eropa yang paling lemah, sehingga Spanyol hanya mendapatkan separuh dari wilayah Sahara Barat, sedangkan Perancis mendapatkan Maroko, Mauritania, dan Aljazair yang berada di sekitar Sahara Barat. Sahara Barat memiliki banyak sumber-sumber mineral termasuk fosfat dan bijih besi, wilayah ini pun merupakan salah satu lahan perikanan terbaik di dunia sehingga spanyol pun mendapatkan keuntungan ketika menguasai Sahara Barat. Karena kolonialisme yang dilakukan oleh Spanyol, maka kelompok yang mendukung kemerdekaan di Sahara barat pada tahun 1973 mendirikan gerakan Polisario sebagai gerakan pembebasan Sahara Barat yang bertujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan kawasan Sahara Barat dari koloni Spanyol.gerakan ini mendapat dukungan yang sangat besar dari rakyat setempat dan karena kuatnya dukungan masyarakat pada gerakan Polisario, maka membuat tentara Spanyol mundur dari Sahara Barat pada tahun 1975. Beberapa tahun kemudian, karena tekanan dari sejumlah pihak luar pada tahun 1979 Mauritania mundur dari Sahara Barat, sehingga hanya Maroko saja yang menjadi koloni tunggal di Sahara Barat.
Rakyat Sahara Barat kembali mengalami penjajahan akibat pendudukan Maroko di Sahara Barat dimana Maroko melakukan invasi yang brutal pada rakyat Sahara Barat yang tetap tinggal di tanah air dimana mereka senantiasa ditahan, dipenjara, dan diculik oleh angkatan pendudukan Maroko. Mereka yang ingin melarikan diri dihalangi oleh tembok sepanjang 2.700 Km yang membelah Sahara Barat dalam zona pesisir yang diduduki Maroko dan bagian dalam yang dikuasai Republik Saharawi. Selain itu, ditanam lebih dari 3 juta ranjau darat dan ditempatkannya 120.000 tentara Maroko di Sahara Barat.
Maroko langsung mengambil alih Saguia El Hamra, sedangkan Mauritania menguasai Rio De Oro yang merupakan wilayah Sahara Barat bekas jajahan Spanyol. Beberapa tahun kemudian, karena tekanan dari sejumlah pihak luar dan melalui aksi militer pada tahun 1979 Mauritania mudur dari Sahara Barat dan mengakui kemerdekaan Sahara Barat sehingga sempat menimbulkan perpecahan antara Mauritania dan Maroko, kemudian Maroko bukannya melepas El Hamra justru mengklaim dan menganeksasi secara sepihak wilayah Rio De Oro yang ditinggalkan oleh Mauritania dan sekitar 20-25 % wilayah menjadi kekuasaan Republik Demokratik Arab Sahrawi (SADR) dan selebihnya dikendalikan oleh Maroko. Hal inilah yang membuat Front Polisario bergerak untuk memperjuangkan kemerdekaan di Sahara Barat.
Upaya PBB, untuk menegahi konflik, maka pada tahun 2007-2009 diadakan perjanjian Manhasset. Pada awalnya perundingan Manhasset dianggap cukup efektif untuk meningkatkan perdamaian diantara Maroko dan Sahara Barat, tetapi pada akhirnya kedua negara tersebut kembali berperang karena ternyata kedua negara tersebut melanggar kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian yang diadakan PBB, dimana Maroko kembali ingin menguasai Sahara Barat sedangkan Sahara Barat menginginkan kemerdekaan penuh untuk mendirikan negara Sahara Barat. Sehingga perundingan Manhasset tersebut dianggap gagal untuk menciptakan perdamaian diantara kedua negara tersebut.
Konflik antara Sahara Barat dan Maroko adalah salah satu kasus persengketaan atas territorial dan kedaulatan. Tahun 1975, Maroko telah mengumumkan klaimnya atas wilyah trsebut, sementara rakyat Sahara Barat di bawah bendera Front Polisario memproklamirkan berdirinya negara Saharan Arab Democrtaic Republic (SADR) pada tahun 1976. OAU telah berupaya turun tangan untuk membantu menyelesaikan sengketa ini, namun kebijakan yang diambil oleh OAU justru memperkeruh permasaahan, yakni dengan menerima SADR sebagai negara anggota di tahun 1982 dan melepaskan Maroko sebagai anggota di tahun 1984
menjadi ujian dari sistem perpolitikan baru oleh Raja Hassan pada tahu 1970an, dari kebijakan luar negeri Maroko, aktor-partai politik politik atau raja sendiri-akan melemahkan posisi politiknya, bukan hanya sebagai akibat dari peran tentara tetapi karena sentimen publik secara luas.
Isu Fundamentalisme Islam : Sejak 1970 muncul gerakan “Fundamentalis Islam” yang menentang pemerintahan Raja Hasan II. Warga Maroko terpelajar yang  tidak bersimpati dnegan gerakan-gerakan ini pada umumnya menyebut mereka dengan istilah Arab yang bermakna sama dengan istilah “Fundamentalis”, yaitu harakah ushuli. Anggota-anggota kelompok seperti ini, secara tipikal menyebut diri mereka sebagai “islamis”. Isu ini sangat rumit, karena terkait dengan masalah yang melanda wilayah maghrib dan negara-negara Muslim Arab lainnya, Jadi Maroko, meskipun masyarakatnya sangat religius, namun memiliki sedikit menyimpang dalam segi agama seperti Libya Qadhafi atau fanatik agama seperti kaum revolusioner Iran.
Isu Gerakan Salafiyah : Gerakan pembaruan Salafiyah menyebar sampai ke Maroko pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-2-. Terdapat kecenderungan umum untuk menyamakan reformisme Salafiyah di Maroko dengan Nasionalisme. Reformisme memang menjadi kait-mengait dengan nasionalisme pada 1930-an. Gerakan Salafiyah akhirnya bergabung dengan nasionalisme Maroko, seperti yang terwujud dalam partai Istiqlal dan pemimpinnya yang termasyhur, Muhammad Allal Al-Fasi. Ketika Maroko memperoleh kembali kemerdekaanya pada 1956, Raja Muhammad V (w. 1961) dan penerusnya Hasan II berusaha mengekang  pengaruh politik dari partai tersebut. Namun dengan menyebarnya pendidikan public, begitu pula dengan gambaran Salafi tentang Islam sehingga sulit untuk membatasinya.
Isu dengan Negara Amerika : Maroko adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan AS sebagai negara yang merdeka pada tahun 1787,  hubungan baik dengan Amerika telah terbentuk, ketika kapal-kapal dagang Amerika diserang oleh bajak laut, pada bulan Desember 1777, Sultan Mahmud III dari Maroko menyatakan bahwa semua kapal dagang Amerika yang melintas di Atlantik Utara berada di bawah perlindungan Maroko.
Isu Ekonomi : Mitra dagang Maroko dengan negara Eropa, meliputi: pakaian tekstil, komponen elektrik, olive oil, citrun, jeruk, produk pertanian, bahan kimia, mineral mentah, phospat, minyak dan gas bumi, gandum, garmen, kopi, teh. Kemudian  Maroko menjadi negara FTA (Free Trade Area), yang memfasilitasi perdagangan antara negera dengan area tersebut, anggota dari FTA ini adalah, Mesir, Yordania, Maroko, dan Tunisia.
Kemudian dari sektor perikanan, Maroko memiliki mitra perjanjian dengan negara Uni Eropa, perjanjian yang mengizinkan kapal Uni Eropa untuk mengambil ikan di perairan Maroko. Perjanjian ini ditandatangani 28 Juli 2005 dan berakhir pada 27 februari 2011. Sumber daya ekonomi yang terbatas di Maroko, telah menerapkan kebijakan pembangunan pertanian untuk ekspor daripada substansi impor atau pengembangan industri berat. cadangan minyak kecil Maroko yang hampir habis, dan wilayah Sahara yang belum menghasilkan minyak.
Isu dengan Negara Indoensia : 2 Mei 1960, presiden Soekarno tiba di kota Rabat bertemu dengan Muhammad V, ini awal hubungan diplomatik Indonesia dengan Maroko. Dari kunjungan tersebut raja Maroko memberikan kenang-kenangan khusus bagi Soekarno yaitu dengan penamaan jalan Soekarno di jantung kota Rabat, ibukota kerajaan Maroko. Dari kunjungan itu juga merupaka awal mulanya pendirian kedutaan besar RI di Rabat yang pada awalnya bertempat tinggal di Agdal. Selain itu juga warga RI juga dibebaskan visa untuk masuk ke negara Maroko.
Dalam hal pendidikan, setiap tahun pemerintahan Maroko menawarkan melalui AMCI (Agen Kerjasama Internasionak Maroko) 15 beasiswa di berikan kepada Indonesia melalui departemen agama. Dan tahun 2010, kementrian wakaf dan urusan keislaman Maroko telah menyetujui permintaan PBNU untuk memberikan beasiswa khusus untuk putra/I PBNU sebanyak 15 orang setiap tahunnya guna belajar di institusi pendidikan yang berada di bawah kementrian wakaf dan urusan keislaman Maroko, khususnya Universitas Qarawiyyin dan Pendidikan Tradisional (at Ta’lim al Atiiq) di masjid Qarawiyyin.
Sebanyak 27 orang peserta kursus singkat Lemhanas angkatan XVI mengadakan Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) ke Maroko dari tanggal 28 Juni 2009 – 2 Juli 2009 untuk menimba ilmu mengenai strategi di Maroko yang nantinya akan dijadikan masukan bagi kebijakan Pemerintah Indonesia. Bertindak sebagai Ketua Delegasi rombongan peserta Lemhanas angkatan XVI adalah Mayor Jenderal TNI Issantoso, SH.
Dalam kunjungan ini, peserta kursus singkat Lemhanas angkatan XVI mengadakan pertemuan dengan Perwira Angkatan Bersenjata Kerajaan Maroko, disana mereka memperoleh pengarahan mengenai kebijakan politik luar negeri Maroko oleh pejabat Kemlu Maroko. Para peserta mendengarkan presentasi mengenai arah kebijakan luar negeri Maroko terkait berbagai isu dunia, seperti proses perdamaian Palestina, Nuclear Proliferation Treaty, serta Pemanasan Global dan Perubahan Iklim. Pejabat Kemlu Maroko juga menjelaskan mengenai perkembangan hubungan bilateral Indonesia – Maroko yang telah terjalin sejak tahun 1960-an dan kemudian memuncak dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama bilateral dalam bentuk Perjanjian Kerjasama Ekonomi dan Teknik, Perjanjian Pembentukan Sidang Komisi Bersama, dan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda pada tanggal 8 Juni 2008.
Para peserta juga berkunjung ke le Brigade d’Infanterie Parachutiste di kota Salé, disana mereka melihat langsung kegiatan pusat pelatihan pasukan terjun payung Maroko. Kemudian berkunjung ke College Royal de l’Enseignement Militaire Supérieur di kota Kenitra, disini mereka melakukan studi banding di sekolah staf komando khusus untuk para perwira tinggi Militer di Maroko untuk membandingkannya dengan kurikulum yang diterapkan di Sesko (Sekolah Staf Komando) yang ada di Indonesia.  Para peserta juga berkesempatan berkunjung ke Pelabuhan Tangier Med di kota Tangier, yang merupakan pelabuhan terbesar di benua Afrika dan pintu masuk Afrika dari benua Eropa.
Menjelang akhir kunjungan, para peserta kursus singkat Lemhanas angkatan XVI diundang Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat untuk Jamuan makan malam di Wisma Duta. Jamuan makan malam ini dimeriahkan oleh tarian Dekikia sebuah tarian khas tradisional Maroko yang biasa diperagakan dalam acara pesta pernikahan. Para peserta dari Lemhanas ini tampak larut dalam kegembiraan, beberapa diantara mereka turut menari bersama. Selain  tarian khas Maroko, dalam jamuan tersebut juga ditampilkan peragaan menghias tangan dengan henna khas Maroko oleh seorang seniman perempuan Maroko. Beberapa peserta pun tampak antusias meminta agar tangan mereka dihias dengan henna tersebut sebagai kenang-kenangan.
Dubes RI untuk Kerajaan Maroko dalam jamuan tersebut menyatakan bahwa hubungan Indonesia dan Maroko secara historis sudah terjalin lama, bahkan Indonesia pun turut aktif memperjuangkan kemerdekaan Maroko pada tahun 1950an melalui Konferensi Asia – Afrika. Untuk mengenang jasa Indonesia, di ibukota Rabat terdapat sebuah jalan yang diberi nama Jalan Soekarno.

6.             Pembuatan Struktur Kebijakan
Maroko dikenal dengan sejarah monarkinya, bukan ciptaan yang baru. Raja menjadi pusat pemerintah dari sistem politik di Maroko. Raja Hassan menyelesaikan tugasnya sebagai pemerintah sangat luar biasa, setelah pertengahan 1970-an, dengan cara memperparui sistem politik multipartai yang tumbuh dari gerakan nasionalis.
Dalam urusan kebijakan luar negeri, hubungan Maroko yang paling dominasi adalah hubungan dengan Rajanya. Hubungan antar negara-negara Arab dan Afrika sudah efektif melalui kepala negara. Raja Hassan melakukan diplomasi secara baik, memanfaatkan hubungan antara raja-raja Arab, presiden Arab dam Afrika dan anggota parlemen Eropa dan Amerika.
Sebuah hukum dasar kebijakan luar negeri adalah bahwa akhirnya selalu membawa satu sama lain ke arah yang seimbang. ​​Ketika tujuan itu diperluas dan ketika sarana gagal, ujung akan dipangkas. Ketika tujuan memperluas, sarana harus ditemukan untuk mereka atau mereka akan ditarik lagi; ketika tujuan kontrak, sarana akan diizinkan untuk jatuh, atau akan mendorong ujung lagi. Maroko tidak kaya dengan sumber daya fisik dari kebijakan luar negeri, sehingga perlu untuk menumbuhkan sarana dan menyesuaikan tujuan untuk mereka.
sumber daya ekonomi yang terbatas di Maroko, yang telah menerapkan kebijakan pembangunan pertanian untuk ekspor daripada substitusi impor atau pengembangan industri berat. cadangan minyak kecil Maroko yang hampir habis, dan calon baru di Sahara belum menghasilkan minyak. Oleh karena itu Maroko adalah konsumen energi, bukan produser. Ini keran saluran gas baru dari Aljazair ke Spanyol, namun sumber energi terutama tenaga air, sebagai medan yang sangat kuat sebagai sistem jangka panjang missal bendungan untuk irigasi dan listrik. Namun, ini fokus pada pertanian dan tenaga air juga berarti kerentanan besar untuk keinginan cuaca, terutama kekeringan. Maroko adalah di daerah air defisit, tekanan sudah merasa di utara, tertentu meningkat selama 10 tahun terakhir, bahan baku utamanya datang adalah fosfat, sangat penting bahwa Maroko mampu empat kali lipat menaikan harga di pertengahan 1970-an di imitasi dari kenaikan harga minyak; Sayangnya, pasar fosfat kemudian mengambil penurunan.
Gambaran ekonomi yang cepat ini menunjukkan fakta bahwa Maroko tidak memiliki kemewahan kebijakan luas kepemimpinan yang luas. Hal ini tidak bisa bercita-cita untuk bimbingan dunia ketiga atau bahkan untuk hegemoni wilayahnya, seperti halnya Aljazair atau Libya. Pada kegiatan yang sama erat. Beberapa utusan-Nya yang terampil, ada juga yang tidak. Dominasi kerajaan mungkin menjelaskan dalam ukuran besar fakta bahwa Maroko belum memberikan kontribusi negarawan internasional untuk diplomasi dunia karena memiliki beberapa negara dunia ketiga lainnya. Sebagai hasil dari pentingnya kebijakan luar negeri untuk kepentingan nasional tertentu, partai politik juga pemain penting, baik sebagai tekanan dan sebagai pendukung dan utusan, dalam dinamika kebijakan luar negeri Maroko.

7.             Kesimpulan
Karena pentingnya sistem politik monarki di Maroko, baik asing maupun domestik, negara ini akan melalui titik balik dalam pergantian kekuasaan atau kebijkan pada abad ini. Tiga dekade, Hassan II, dengan keterampilan politik dan kemampuannya di dunia serta di kancah domestik, telah digantikan oleh aturan yang dibuat oleh anaknya.
Untuk semua persiapannya, naluri Muhammad VI yang cukup berbeda dari ayahnya dan hanya mulai muncul pada awal 2000 M. Raja ini dikenal sebagai "raja orang miskin" sebagai hasil dari keprihatinannya atas kondisi penduduk Maroko yang lebih luas, misalnya, untuk penduduk asli Sahara. Dia telah melepaskan diri dari banyak letnan Makhzen lama Hassan II, termasuk Menteri Dalam Negeri DrIs Basri, Hassan dengan alat kebijakan yang dibuat di Sahara. Sebuah contoh yang baik dari gaya pribadinya ditemukan dalam hubungan awal dengan Aljazair. Pada saat pemakaman ayahnya dan segera setelah itu, Muhammad melakukan hubungan dengan presiden Aljazair baru, Abdulaziz Bouteflika.
Gaya kepemimpinan Muhammad VI yang pasti menjadi berbeda, sebuah gaya baru untuk menjadi kekuatan, sama seperti ayahnya dibuktikan denagn tipe kemimpinan yang sangat berbeda dari Muhammad V. kodrat, bagaimanapun, tetap sama. Warisan sejarah dan geopolitik negara menyajikan kebiasaan tugas dan kebutuhan dalam negeri dan sumber daya. Maroko di bawah Muhammad VI akan terus menjadi aktor yang menarik dengan peran yang berguna untuk tantangan penting dalam memenuhi stabilitas dan inisiatif dalam pengaturan dan sistem politiknya.




Pertanyaan dari Bp. Dr. H. Udjang Thalib, M.A
1.      Sebutkan Partai-partai di Maroko?
2.      Sejarah gerakan Polisario di Maroko?

Jawab
1.      Partai Keadilan dan Pengembangunan (Hizbul Adalah wat Tanmiyah) adalah Partai yang berafiliasi kepada Ikhwanul Muslimin. Partai ini pertama kali meraih kekuasaan pada November 2011, mendapatkan 107 kursi di parlemen. Partai Keadilan dan Pembangunan saat ini merupakan partai pertama di sejarah modern Maroko yang memenangkan dua masa kepemimpinan berturut-turut di pemerintahan.
Partai selanjutnya yang terdapat di Maroko adalah Partai Istiqlal, merupakan partai politik tertua sepanjang sejarah Maroko, adalah sebuah partai politik nasionalis di Maroko. Organisasi pemuda partai ialah Jeunesse du Parti Istiqlal (Pemuda Partai Istiqlal).

2.      Polisario merupakan singkatan dari Frente Popular para la Liberacion de Saguia el Hamray Rio de Oro, yang berarti front popular untuk pembebasan Saguia el-Hamra dan Rio de Oro’, atau dalam bahasa arab berarti Al-Jabhat Al-Sha’abiyah Li-Tahrir Saqiya Al-Hamra’a wa Wadi Al-Dhuhab) adalah organisasi pergerakan kemerdekaan Sahara Barat yang didirikan pada 10 Mei 1973. Pergerakan ini berupaya mendirikan negara untuk penduduk Sahara Barat, yang dijuluki dengan nama Sahrawi. Awalnya pergerakan ini didasarkan pada asas-asas sosialisme, namun semenjak tahun 1990 mereka mengikuti asas liberalism dan demokrasi. Semenjak taun 1979, Polisario diakui oleh PBB sebagai perwakilan bangsa Sahara Barat

Komentar

Postingan Populer